Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label Ma Best Trip in Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ma Best Trip in Life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

Matematika, mungkin kita memang harus berteman saja, karena sudah ada kimia yang lebih baik~ Get success ^^



          Masa SMAku mulai memiliki warna yang baru, Matematikakuu adalah salah satu perlajaran terfavoritku kali ini. Ha? Mengapa kau bilang salah satu?. Apa ada mata pelajaran yang kau sukai kali ini?. Yap betul sekali, coba tebak. Fisika?. Terlalu rumit, masa’ buah jatuh dari pohonnya harus dihitung, roda berputas harus dihitung. Rumit sekali. Kimia?. Kamu kira aku mau jadi pembuat BOM?. Haha tapi jawaban terakhirmu betul, aku mulai menyukai Kimia saat aku ada di jenjang SMA.
Chemistt I LOVE YOU.
          Aku menyukai kimia karena gurunya, itu awal aku sangat menyukai kimia. Guru pengajar kimiaku bernama Bu Nursiyah adalah orang yang sangat humoris. Aku menyukai beliau karena saat mengajar, membuatku cepat mengerti. Beliau sangat suka kerapian,jadi mau tidak mau aku yang jarang rapi harus membuat catatanku menjadi serapi mungki, karena mulai hari pertama aku belajar kimia aku sudah jatuh cinta padanya.
          Bagaimana dengan Matematika yang ikau sukai sejak kau masih SD?. Bahkan sejak kau masih taman kanak-kanak!. Haha, aku masih sangat menyukai matematika, tapi karena SMA adalah jenjang yang lebih tinggi maka otomatis, pelajaran matematika akan semakin sulit bukan?. Aku tetap menyukai matematika sama seperti saat aku masih SD dahulu, Guru yang mengajarku matematika saat ini adalah guru yang sangat baik, juga humoris, kebanyakan guru di dekolah memiliki karakter humoris yang sangat disukaiku.
          Tapi kimia juga ada matematikanya, itu sebabnya aku mulai mendaptkan warna yang baru dalam hidupku, aku mendapatkan ilmu baru yang tak pernah aku perdalam saat SD maupun SMP, karena di SD gak ada kimia, di SMP Cuma sedikit. Haha kalian kena jebakanku lagi. Kimia adalah pelajaran yang memperhatikan alam sekitar juga, jadi aku pikir kimia adalah mata pelajaran yang cepat mudah dipahami karena berkaitan dengan alam sekitar kita.
          Dan kali ini aku dalam masa tahap mendapatkan pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan, aku diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk mengikuti salah satu Kompetisi Sains Madrasah di bidang Kimia, aku akan mendapatkan ilmu juga pengalaman berharga, aku selalu berdoa bahwa aku akan mendapatkan hal yang lebih baik lagi, aku berdoa supaya di lancarkan dalam segala hal yang berkaitan dengan Lombaku kali ini, aku berharap semoga aku bisa membanggakan kedua orang tuaku maupun sekolah nantinya.
Allah Always Bless me.

Math, sometimes you make me disappointed~



          Awal aku masuk SMP aku mengincar salah satu mata pelajaran yang aku inginkan untuk lebih diperdalam lagi. Tebak lagi dong! Iya iya kalian sudah tau, Matematika. Aku akan memperdalam mata pelajaran itu saat aku SMP. Aku sudah menyiapkan segalanya untuk mendapatkan pelajaran matematika lebih baik, dan lebih baik lagi, aku berharap matematikaku pada jenjang smp ini bisa sangat berkembang, aku ingin membuktikan bahwa aku bisa menjadi lebih baik pada saat aku SD dahulu.
          Aku sudah yakin bahwa aku akan sering dipilih menjadi siswa yang bisa dibanggakan untuk mengikuti berbagai lomba saat aku SMP nanti, ternyata dugaanku meleset, aku memang dipilih untuk mengikuti seleksi bersama temanku sebut saja Tri, aku memang sangat menyukai matematika, tapi aku tidak sebaik di Tri, aku masih dibawahnya, semenjak itu aku mulai terus menerus belajar untuk menjadi lebih baik lagi.
          Ya, waktu itu pemiilihan Olimpiade bidang matematika, aku sangat berharap dapat mengitu lomba tersebut, aku di seleksi oleh guru-guruku dan ternyata yang terpilih untuk mewakili sekolahku di bidang matematika adalah Si Tri, aku sangat kecewa, kecewaku tidak dapat digantikan oleh apapun, aku merasa sangat tidak percaya akan kejadian itu, aku merasa bahwa aku telah gagal. Aku tidak bisa menerima kenyataannya.
          Tapi kau hadir, kau membuatku merasa bahwa itu adalah hal yang biasa, tidak perlu dipikirkan mendalam, yang penting telah kau lakukan dengan sebaik mungkin. Itu ucapannya yang selalu aku tanamkan. Aku sangat beruntung, aku bisa berteman dengannya. Aku sangat berterimakasih pada Allah SWT telah mengirimkan teman sebaik  dia. Mungkin jika tidak ada dia aku akan memiliki rasa kecewa yang sangat amat mendalam.
          Mungkin untuk beberapa saat aku masih kecewa dengan keputusan guruku, aku mulai malas-malasan jika ada pelajaran matematika. Tapi setelah kupikir berulang kali, aku merasa bahwa kekecewaanku tidak akan merubah segalanya. Semua yang telah terjadi harus aku terima dengan lapang dada. Dan mulai saat aku berfikir seperti itu, aku mulai tata kembali rasa sukaku pada matematika hingga aku lulus SMP.

Math.. you're the First.

Ah, mungkin itu.
Atau mungkin ini ?.
Atau yang begitu saja ?.
Aku bosan.
Aku cari suasana baru saja.
          Haha, kalian pasti bingung aku berbicara apa, kalian pasti penasaran apa sih yang aku pikirkan kemarin, hari ini atau esok hari. Kalian pasti berfikir bahwa aku sedang ke GRan karena aku berbicara bahwa seolah-olah kalian ingin mengetahui ceritaku ini. Aku tidak peduli jika kalian tidak merasakan semua hal yang aku tanyakan, tapi lama-kelamaan pasti kalian ingin mengetahui kelanjutan ceritaku ini. Haha sungguh kalian terkena jebakanku.
          Aku sedang membicarakan mata pelajaran kesukaan saat aku SD. Coba tebak apa mata pelajaran saat aku SD dulu ?. Bahasa indonesia? Bukanlah. Ips ? masih belum pernah keliling dunia jadi belum tertarik untuk mempelajari tentang Ips. Ipa ? suka sih tapi banyak yang gak begitu ngerti. Seni ? gambar orang aja mulai dari bulat-bulat hingga garis-garis. Yang terakhir deh, Matematika ? iyap betul sekali, tumben bener. Haha memang aku menyukai matematika dari aku kelas 1 SD.
          Aku sangat menyukai matematika karena aku rasa matematika adalah satu hal yang sangat menarik untuk di pelajari, jika ada salah satu soal yang tidak aku mengerti aku aan terus mencoba hingga persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan baik, berarti matematika mengajarkanku untuk tidak mudah putus asa, tidak mudah menyerah, mengasah otak, dan yang terpenting aku bisa ulet dan sabar menjawab soal tersebut.
          Aku rasa aku sangat menyukai matematika karena aku melihat banyak kakak kelasku saat masih di taman kanak-kanak sudah sangat menguasai matematika, aku menjadi iri dibuatnya. Dan aku bertekad bahwa aku harus bisa lebih baik dari yang lainnya saat aku sudah SD, sehingga aku bisa mempelajari matematika lebih dalam lagi. Ha, dan jika kau tau, aku mengikuti berbagi macam lomba di bimbingan belajar manapun aku selalu mendapat nilai baik dalam bidang matematika. I love Math.

Please Just Calm Down :D



Peristiwa itu terjadi saat aku memasuki kelas 5 dibangku sekolah dasar. saat dimana kelas kami akan di jadikan sebuah tempat dimana aku dan teman-temanku akan dijadikan sebagai pelaksana kegiatan lomba-lomba yang diadakan setiap tahunnya.
Namaku Iqlima Maulina tapi semua orang memanggilku kiki saat itu aku bersekolah di sebuah sekolah dasar yag terletak di tengah kota yang berada di pinggir jalan raya tepatnya di SDN Kraton 3 bangkalan. sekolahku itu memang sekolah kecil yang terletak di pinggir jalan raya tapi sekolahku menyimpan segudang prestasi yang di ukirkan oleh siswa-siswi sekolah tersebut. mulai dari kelas 2 SD aku selalu berada di peringat pertama dalam kelasku, mungkin saat itu guru-guruku mulai merencanakan bahwa saat aku memasuki kelas 5 SD aku akan diikutkan lomba tahunan yang diadakan dinas pendidikan untuk tingkat SD.
Aku sungguh tidak menyangka saat itu akan diikutkan lomba siswa teladan. aku dipanggil ke kantor guru,
Ibu gurupun berkata padaku "Ki, kamu akan di pilih sebagai peserta lomba siswa teladan yang akan diselenggarakan oleh dinas pendidikan"
Aku pun menjawab dengan polos "iya bu"
"Kamu harus berusaha agar dapat mempertahankan prestasi yang telah di ukir oleh kakak kelasmu bahwa sekolah ini terus menerus mendapatkan juara pertama dalam omba tersebut" lanjut ibu guru
Saat itulah aku mulai ditumbuhi ketakutan dan kekhawatiran, didalam pikiranku hanya terbayang bagaimana jika aku tidak dapat memperoleh juara pertama seperti yang bapak atau ibu guru harapkan di sekolahku tersebut.
Aku beserta seorang temanku yang bernama Kholilur Rohman Gafur yang biasa di panggil lulung mungkin karena lulung peringkat ketiga di kelas kami sehingga untuk kami ditujuk untuk mengikuti lomba siswa teladan sebagai wakil dari sekolah kami.
Kami berdua mengikuti serangkaian pembelajaran yang panjang supaya kami bisa siap untuk mengikuti lomba tersebut, mulai saat sebelum masuk sekolah kami sudah di harapkan untuk datang sebelum bel masuk sehingga kami dapat belajar. kami juga sering tidak mengikuti pelajaran di kelas karena kami harus konsentrasi pada pelajaran yang dilombakan.
Saat belajar bersama lulung bertanya padaku " apa yang akan kamu tampilkan saat siswa teladan di bagian ketrampilan nanti ki ?"
Lalu akupun menjawab "mungkin di bagian puisi saja lung, kalo kamu gimana ?"
"Mungkin aku akan menampilkan pidato saja" jawab lulung
"Bukankah itu harus menghafal lung ? apa kamu tidak akan kerepotan jika kamu masih menghafal pidato sambil menghafal segala macam teori-teori pelajaran ini ?" tanyaku.
"Ah.. itu mah masalah gampang aku kan anak yang pinter ki" jawab lulung sambil disertai tawa.
"huh.. dasar kamu lung sok banget deh" akupun ikut tertawa.
Waktu terus berlalu, kami tetap di  arahkan oleh guru kami untuk terus belajar dan terus belajar, kami belajar tidak hanya disekolah. di rumah guru kami pun kami diajari untuk siap mental dan fisik kami. sungguh sangat melelahkan hingga seakan-akan bahwa kami adalah sapi yang harus siap di adu. untuk mendapat kemenangan sapi itu pun harus dirawat, di beri jamu dan lain sebagainya. begitu pula dengan aku dan lulung.
Saat perlombaan di tingkat kecamatan kurang dua minggu kami di panggil kembali oleh ibu guru kami.
Beliau berkata "kalian akan menginap di rumah ibu untuk menghadapi lomba tersebut"
Aku dan lulung pun menuruti perkataan guru kami "iya bu"
Sorenya pun kami berangkat dari rumah kami masing-masing dengan segala persiapan untuk menginap seperti baju ganti, alat sholat, alat mandi, buku-buku yang kami perlukan nanti dan lain sebagainya.aku berfikir bahwa aku dan lulung akan dikarantina seperti para prajurit militer.
Dan semenjak itulah rasa khawatirku mulai bertambah tinggi, rasa khawatir akan kekalahan dalam perombaan itu terus menghantui pikiranku. aku tidak mengerti mengapa aku bisa menjadi seperti itu. tapi rasa khawatir itu tidak mengganggu pemikiran dalam belajar hanya saja rasa khawatir itu membuat mentalku menjadi sangat turun sehingga nafsu makanku menjadi turun, sering muntah dan akupun menangis.
Suatu ketika pernah ibu guru melihat mataku yang sedang bengkak beliau pun bertanya "mengapa matamu memerah seperti itu nak ?".
"Ini hanya kelilipan saja bu" jawabku berbohong. aku sangat takut untuk menceritakan tentang perasaanku itu.
Lambat laun terbongkar pula kebohonganku tersebut sehingga bu guru memberitahukan bahwa nafsu makanku hilang dan aku sering menangis saat di karantina kepada ibuku. saat bertemu aku di rumah bu guru ibuku hanya memberikanku sebotol air yang diberi bacaan arab di dalamnya dan menyuruhku untuk meminumnya. aku pun menurutinya.
Aku dan lulung terus menerus belajar bukan hanya teori dalam pelajaran tapi ada pula ketrampilan, pengetahuan dan bahasa inggris kami pun terus menerus belajar untuk memberikan yang terbaik meskipun dalam hatiku masi terus-menerus merasa khawatir.
Satu hari sebelum perlombaan dimulai, aku pun dipulangkan dari rumah bu guru.
sesampainya di rumah,
Ibuku bertanya padaku "kak, mengapa nafsu makanmu menjadi hilang seperti itu ?"
"Kakak hanya khawatir ma, khawatir jika aku tidak bisa mendapatkan juara pertama dalam perlombaan itu" jawabku sambil mengeluarkan air mata
Ibuku pun berkata lagi "kak, dalam perlombaan itu pasti ada yang namanya menang dan pasti ada yang namanya kalah. sehingga menang ataupun kalah adalah hal yang biasa. Kamu sudah mendapatkan Ilmu yang lebih ditambah pengalaman yang tidak semua orang bisa mendpatkannya. Berjuanglah, Kak” sammbil memelukku.
            “Kalau begitu Aku akan berjuang dengan semua kemampuanku”. Ucapku dalam hati.
Ternyata tak kusangka aku mendapatkan berita yang baik untuk keluargaku juga sekolahku, aku mendaptkan tempat pertama yang sangat didamba-dambakan orang banyak. Alhamdulillah aku selalu mengucap syukurku pada Allah maupun keluarga dan teman-teman yang telah mendoakanku.


Aduh Susahnya mengatur beberapa kasus di negara kita ini. Tapi kita harus yahin bisa berantas hal tersebut! AllahuAkbar {}




 Remaja zaman sekarang sudah mulai mengenal yang namanya pacaran tanpa ada batasan, gaya pacaran zaman sekarang sudah mulai melawati batasan seperti berpegangan tangan, berpelukan, melakukan ciuman dan bahkan sampai ada yang hamil. Orang tua yang terlalu permisif menyebabkan anak-anak dapat melakukan hal yang tidak diketahui oleh orang tua mereka,dan peran sosial seperti masyarakat umum mulai luntur dan tidak memperdulikan saat para remaja berpacaran di tempat umum. Remaja memiliki dua nilai yaitu nilai harapan (idelisme) dan kemampuan.
Apabila kedua nilai tersebut tidak terjadi keselarasan maka akan muncul bentuk-bentuk frustasi. Macam-macam frustasi. Macam-macam frustasi ini pada gilirannya akan merangsang generasi muda untuk melakukan tindakan-tindakan abnormal ( menyimpang). Dari sudut pandang kesehatan, tindakan menyimpang yang akan mengkhawatirkan adalah masalah yang berkaitan dengan seks bebas (unprotected sexuality), penyebaran penyakit kelamin, kehamilan di luar nikah atau kehamilan yang tidak dikehendaki ( adolecent unwanted pragnancy ) di kalangan remaja.
Perubahan budaya agraris ke budaya IPTEK tidak selalu membawa hasil yang memuaskan. Seperti yang terjadi sekarang ini, berbagai masalah timbul sebagai akibat dari perubahan budaya tersebut. Sebagian dari masyarakat  telah berubah dari masyarakat tradisonal menjadi masyarakat modern. Perubahan masyarakat ini ditandai dengan pula oleh perubahan bentuk solidaritas mekanik ke solidaritas organik, artinya sifat-sifat kebersamaan cenderung memudar dan mulai muncul sifat individualis. Ciri perubahan ini adalah merosotnya peran sosial agama dan adat dalam mempengaruhi aspek kehidupan yang lainnya. Sehingga remaja sekarang tidak mengindahkan yang namanya norma susila dan hukum agama
Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami peroleh menunjukkan bahwa remaja di daerah sekitar kota Bangkalan telah mengalami perubahan pada aspek social dan agama. Hal ini ditandai dengan perilaku dari mayoritas remaja sekarang memang sering berpacaran di tempat yang tidak baik untuk berdua dengan lawan jenis karena akan mendatangkan orang ketiga alias setan. Remaja yang berpacaran itu kebanyakan menjalin hubungan yang hanya seumur jagung. Orang tua mereka juga tidak mengetahui anak-anaknya sedang berpacaran di tempat yang tidak baik dilihat orang. Dan rasa peduli masyarakat tentang keberadaan mereka di tempat tersebut berkurang. Masyarakat tidak memberikan teguran secara langsung kepada remaja yang melakukan penyimpangan akan tetapi akan menjadikan hal tersebut bahan pembicaraan masyarakat. Perilaku masyarakat sekarang yang semakin permisif terhadap penyimpangan – penyimpangan ini yang membuat remaja merasa tibdakan yang dilakukan itu tidak menyimpang.   Perilaku permisif ini juga tidak hanya terjadi pada masyarakat sekitar tapi juga orang tua. Orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk pergi dengan teman – temanya tanpa ada control yang maksimal. Orang tua yang terlalu memberikan kepercayaan tanpa batas kepada anak tanpa ada tuntutan tanggungjawab dari anak.
Fenonema ini sangat memprihatinkan gebnerasi penerus bangsa kita pada umunya dan kelangsungan pembangunan di Kota Bangkalan pada khususnya. Jika generasi kita telah mengalami kemunduran aspek social dan agama akan menjadikan penerus bangsa ini mengalami kegagalan di tengah perjalanan dalam mencapai cita – cita yang dikarenakan hamil diluar nikah, putus sekolah, terlibat penggunaan obat – obatan terlarang atau masalah yang lain. Sehingga perlu dilakukan tindakan khusus dan nyata untuk menyikapi fenomena yang sedang terjadi saat ini.